Header Ads

Perlukah Blogger Pasang Iklan di Facebook? Gak Usah Deh!


Facebook bisa diibaratkan bak  pohon uang yang siapapun boleh memanjat, tapi uangnya hanya untuk si empunya Facebook (FB), Abang Mark Zuckerberg. Benar, siapapun boleh mendaftar dan bernarsis ria di FB, tapi disaat yang sama, mereka pasang iklan dan sering tanpa sengaja, kita klik dan uangnya lari ke dia, kita gak dapat apapun selain data kita yang diambilnya. 

Di tahun 2003, saat masih kuliah di Harvard, Mark awalnya membuat media sosial ini hanya untuk media interaksi dengan kawan-kawannya di kampus. Nama awalnya malah "facemash", belakangan baru diganti ke Facebook. Karena usernya terus bertambah, dia kemudian menjadikan medsos ini sebagia mesin uang yang paling gampang. Cuma setting tampilan dan sediain server, sisanya orang akan mengisi konten (pribadinya) dan orang lain akan pasang iklan disana, mesin uang yang sangat-sangat efektif.

Belakangan, selain FB, Mark juga membeli Instagram, media sosial yang juga tempat orang berbagi foto, dan belakangan juga video. Dengan dua media sosial ini, mesin pengumpul uang bertambang besar, masuk milyaran dolar tiap harinya, tanpa harus bekerja sama sekali, cukup jaga servernya saja agar tidak down, atau agar gak diisengin hacker. Hanya Whatsapp yang belakangan juga di beli Mark yang belum dijadikan mesin uang, tapi tetap saja data kita para user diambilnya.

Perlukan Iklan di Facebook atau Instagram?

Bagi para blogger, setiap kita ngepost di blog, kita suka nge share tulisan kita di media sosial, baik di G+, twitter, dan tentunya FB. Instagram sejauh ini belum bisa digunakan untuk nge-share link atau url. Dan di FB sendiri, selain ada halaman utama, ada juga halaman atau page khusus dimana kita bisa membuat profil bisnis. Dan lewat page ini, setiap kita share tulisan kita, FB akan menawarkan apakah kita mau mengiklankan tulisan kita, dengan iming-iming viewer yang lebih banyak. Jika kita pilih "iya", kita akan dibawa ke hamalam selanjutnya, nentuin budget yang kita punya, jumlah viewer yang kita targetkan, nentuin daerah calon viewer, umur, pendidikan, dsb yang semuanya diketahui oleh FB tanpa kita sadari. Akhinya tentu pembayaran, yang kini selain bisa via kartu kredit, juga boleh lewat transfer via ATM, sangat mudah bukan?

Saya sendiri pernah terkecoh dengan tawaran ini. Saat itu saya cuma penasaran, dan postingan yang saya post di blog kebetulan adalah sponsored post, jadinya saya alokasikan uang setengah dari bayaran sponsored itu untuk iklan di FB. Setelah proses pemasangan seperti saya sebut diatas selesai, dan saya hanya memilih untuk jangkan waktu seminggu saja, saya ke ATM untuk bayar. Selang beberapa saat kemudian, datang email ke saya yang mengkorfimasikan kalau iklan saya sudah di approve, dan uang yang sudah saya kirim akan dipotong berdasarkan viewer ke lama FB saya.

Setiap hari saya pantau, dan memang pengunjungnya sesuai dengan janji mereka (setidaknya begitulah yang tertulis disana), tapi jumlah orang yang klik atau membuka link yang saya iklankan tak lebih dari 10%. Artinya, saya rugi besar. Link saya hanya dilihat tanpa di buka, sedangkan FB langsung potong uangnya. Padahal yang kita butuh bukan cuma dilihat, tapi dibuka link nya. Ketipu  banyak saya sama si Mark. 

Seminggu usai, masa tayang habis dan uang saya juga habis. FB berkali kali kirim email (otomatis) yang meminta saya untuk lanjtkan pasang iklan, karena katanya banyak viwever, inilah, itulah, biasa, mesin jualan. Saya sudah terlanjur dongkol, dan sayangnya dongkol saya tak bisa saya ungkapkan, karena dimaki pun yang jawab cuma mesin, dan uang saya pasti tak akan pernah kembali. Kuranng Ajar.

Gitu saja deh pengalamannya. Jadi kalau ada blogger yang mau pasang iklan tulisannya di FB, meding dipikir 10 hingga 20 kali lah. Kalaupun punya dana untuk iklan, mending buat giveaway saja  ke kawan-kawan blogger lain. Itung-itung nambah silarurrahim dan bantu kawan blogger lain yang tertarik dengan tema giveaway kita. Dari pada di kasi ke FB, yang bayar pajak aja gak jelas ada tau gak, bayar zakat apalagi.

Udah, gitu saja.


4 comments:

  1. Hmm.. Sudut pandang yang menarik..
    Terima kasih sudah share..

    ReplyDelete
  2. Saya juga pernah ngalamin seperti itu, dan ternyata beriklan di FB juga gak boleh asal2 mbak. Harus diperhatikan juga apa konten yang mau di iklanin, dan minat dari pengguna juga. Walaupun begitu, saya juga tidak mengambil kesimpulan kalau iklan di FB itu jelek, mungkin strategi saya saja yang kurang tepat. Nyatanya banyak juga lo mbak yang sukses di FB Ads. hehe
    Itu sih kalau menurut saya, btw goodluck buat mas/mbak Admin :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, butuh strategi yang matang, tak asal pasang, harus pastikan maunya kita dilirik saja, atau dikunjungi website yang di promo. kalau cuma iklan untuk dilirik saja, saya rasa facebook bisa lah, tapi kalau mau konten yang dibaca, kayaknya FB bukan media iklan yang tepat :)

      Delete

Powered by Blogger.